Bencana Tahunan

Bencana Tahunan

Setiap tahun, laut datang lebih dekat. Bukan sebagai tamu, melainkan sebagai pengingat. Abrasi kembali terjadi. Pelan, pasti, seperti rutinitas yang tak pernah benar-benar dihentikan. Sepanjang garis Pantai Kota Mataram yang dulu lapang kini tergerus, rumah-rumah kehilangan jarak aman,dan jejak manusia perlahan dihapus oleh ombak.

Bencana ini seakan membentuk lingkaran tanpa ujung. Datang, merusak, lalu dilupakan, hingga ia kembali lagi. Sampah bukanlah penyebab abrasi, namun perilaku manusialah yang memperkeruh hubungan dengan laut. Plastik, sisa konsumsi, dan benda-benda yang dibuang ke pantai kembali terdampar di pesisir,

Dibawa gelombang yang semakin tak ramah. Laut tidak pernah benar-benar marah, namun ia selalu jujur dalam mengembalikan apa yang kita titipkan padanya. Apa yang dibuang, akan kembali. Apa yang diabaikan, akan menuntut perhatian.

Ini bukan hanya tentang abrasi, melainkan tentang hubungan yang retak antara manusia dan alam. Tentang kebiasaan yang terus diulang, dan peringatan yang terus datang, hingga kita mau berhenti, melihat, dan berubah.

Galeri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *